Atasi Dampak Kekeringan di Jatinom, Polresta Klaten dan PSHT Ranting Jatinom Bersinergi Salurkan Bantuan Air Bersih

waktu baca 2 menit
Sabtu, 3 Okt 2026 08:47 20 Redaksi

KLATEN – Kepedulian untuk masyarakat dapat hadir ketika berbagai elemen mau saling berbagi dan berkolaborasi. Semangat tersebut ditunjukkan Polresta Klaten bersama PSHT Ranting Jatinom melalui bakti sosial penyaluran air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan di Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Rabu (30/9/2026).

Bantuan air bersih disalurkan langsung kepada warga di Dukuh Beku, Dukuh Jurang Porong, dan Dukuh Bengkah. Air kemudian diisikan ke tampungan atau tandon milik warga agar bisa digunakan untuk kebutuhan harian.

Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi antara kepolisian dengan organisasi masyarakat dalam membantu warga yang menghadapi kesulitan. Bagi masyarakat terdampak kekeringan, bantuan air bersih tersebut menjadi dukungan nyata dalam memenuhi kebutuhan dasar.

Kasi Humas Polresta Klaten AKP Edi Nugroho, http://S.Tr.K., S.I.K., menyampaikan kepedulian kepada masyarakat bisa diwujudkan lewat kerja sama dan kegiatan sosial yang manfaatnya dirasakan langsung.

“Selagi kita mau berbagi dan selagi kita mau berkolaborasi dengan organisasi masyarakat, tentu akan semakin banyak kebaikan yang bisa kita hadirkan untuk masyarakat. Semangatnya adalah fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan dengan memberikan manfaat bagi sesama,” kata Edi.

Kegiatan diawali dengan apel persiapan di Lapangan Jurang Porong, Bandungan, Jatinom. Setelah itu personel Polresta Klaten bersama warga PSHT Ranting Jatinom bergerak menuju titik sasaran untuk melaksanakan penyaluran air bersih secara langsung.

Di lokasi, bantuan diberikan dengan mengisi tampungan dan tandon milik warga. Proses tersebut dilakukan secara bersama-sama guna memastikan bantuan dapat diterima serta dimanfaatkan oleh warga yang membutuhkan.

Kolaborasi pada kegiatan sosial itu juga memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap persoalan warga bisa dilakukan secara bersama. Kepolisian dan organisasi kemasyarakatan hadir dalam satu kegiatan dengan tujuan membantu warga menghadapi dampak kekeringan.

Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan memperkuat kebersamaan antara kepolisian, organisasi masyarakat, pemerintah desa, dan warga. Semangat berbagi menjadi titik temu untuk menghadirkan manfaat secara langsung di tengah masyarakat.

Pada akhirnya, semangat fastabiqul khairat tidak hanya dimaknai sebagai ajakan untuk berbuat baik secara individu, melainkan juga dapat diwujudkan melalui kolaborasi. Ketika kepedulian dipertemukan dengan kerja bersama, kebaikan yang sederhana dapat menjadi manfaat yang dirasakan masyarakat.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA