Jateng:13-06-2026.
Banyumas – Sejumlah warga Desa Karangluwas, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, mendesak Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui instansi terkait untuk turun langsung melakukan peninjauan dan verifikasi terhadap sejumlah program serta aset bantuan yang menjadi perhatian masyarakat.
Sorotan warga mencakup pengelolaan program air bersih, kondisi embung, keberadaan mesin diesel, sumur bor yang dilaporkan tidak berfungsi, bantuan alat dan mesin pertanian, hingga pengelolaan bantuan ternak sapi yang sebelumnya diterima kelompok masyarakat.
Pada sektor pelayanan air bersih, warga mempertanyakan kepengurusan program setelah beredarnya informasi mengenai pengunduran diri salah satu pengurus. Di sisi lain, masyarakat juga menyampaikan berbagai keluhan terkait distribusi air yang dinilai belum optimal.
Menanggapi hal tersebut, salah seorang petugas lapangan yang berhasil dikonfirmasi awak media menjelaskan bahwa kendala yang terjadi saat ini dipengaruhi berkurangnya debit air dari sumur bor sebagai sumber utama pasokan air. Menurutnya, pengelola sedang berupaya mencari solusi, termasuk kemungkinan melakukan pengeboran kembali untuk menambah sumber air.
Petugas tersebut juga menjelaskan bahwa biaya pemasangan sambungan baru sekitar Rp750.000 hingga Rp800.000 telah melalui musyawarah sebelumnya. Biaya tersebut meliputi fasilitas pipa, kran, dan meteran air, sedangkan tarif penggunaan air dikenakan sebesar Rp1.500 per meter kubik.
Selain persoalan air bersih, warga juga meminta kejelasan terkait sejumlah embung yang disebut tidak lagi berfungsi secara optimal. Masyarakat turut mempertanyakan keberadaan lima unit mesin diesel yang menurut informasi warga pernah menjadi bagian dari sarana pendukung program tersebut.
Di bidang pertanian, warga berharap adanya peninjauan terhadap sejumlah sumur bor yang dikabarkan tidak berfungsi sehingga manfaatnya bagi masyarakat perlu dievaluasi kembali. Warga juga mempertanyakan keberadaan bantuan alat dan mesin pertanian berupa traktor maupun alat pertanian jenis kombi yang menurut informasi masyarakat saat ini sudah tidak terlihat keberadaannya.
Sementara itu, pada sektor peternakan, warga menyoroti pengelolaan bantuan sapi yang diduga berasal dari program bantuan pemerintah maupun aspirasi dewan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah bantuan sapi pada awal program disebut mencapai delapan ekor. Namun saat ini baru terdapat enam ekor sapi sehingga masih terdapat selisih dua ekor yang dipertanyakan keberadaannya.
Warga juga menyampaikan informasi mengenai dana pakan ternak sebesar sekitar Rp2.500.000 yang hingga kini disebut belum dikembalikan. Informasi lain yang berkembang menyebutkan sebagian sapi bantuan pernah dijual sebelum berkembang biak dan kemudian dilakukan pengadaan kembali. Meski demikian, informasi tersebut masih memerlukan klarifikasi dan penjelasan resmi dari pihak yang berwenang.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui dinas terkait, Inspektorat, pemerintah kecamatan, maupun pemerintah desa dapat melakukan pengecekan langsung ke lapangan guna memastikan kondisi sebenarnya dari seluruh program dan aset yang menjadi perhatian warga.
Sebelum berita ini diterbitkan, awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Karangluwas melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini ditayangkan, belum terdapat tanggapan resmi yang diberikan.
Awak media tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini. Apabila terdapat penjelasan resmi dari pemerintah desa maupun pihak terkait lainnya, maka akan dimuat dalam pemberitaan lanjutan demi menjaga keberimbangan informasi kepada publik.
:Kontributor Budi Santoso
Tidak ada komentar